Binsis PPOB Bukopin Chip SaktiBisnis.com, JAKARTA–PT Bank Bukopin Tbk siap memperluas jaringannya ke Kawasan Timur Indonesia (KTI) pada tahun ini.

Direktur Pengembangan Bisnis & TI Bank Bukopin Adhi Brahmantya menuturkan perseroan akan membuka kantor cabang di Sorong, Papua Barat dan Palu, Sulawesi Tengah. Ke dua kantor cabang ini merupakan kantor cabang pertama Bank Bukopin di KTI.

“Belum ada kantor di KTI sebelumnya. Kami mengarah ke timur karena pemegang saham kami Bosowa kuat di sana, kami coba memperkuat bisnis mereka,” ujarnya di Jakarta baru-baru ini.

Seperti diketahui, per Maret 2015 Grup Bosowa melalui PT Bosowa Corporindo memegang 30% saham Bank Bukopin dan telah lolos uji kepatutan dan kelayakan sebagai pemegang saham pengendali.

Selain membuka kantor di KTI, perseroan juga akan mengembangkan layanan non branch atau dikenal dengan layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai) dengan mengembangkan sekitar 400 agen pada tahun ini dan 600 agen tahun depan.

Adhi menjelaskan dalam menjalankan program branchless banking ini perseroan akan menggandeng mitra payment point online bank (PPOB) dan menjual produk antara lain basic saving account, asuransi mikro, kredit mikro, serta transaksi sederhana lainnya menggunakan mesin electronic data capture (EDC).

Saat ini, emiten berkode saham BBKP tersebut sedang mencari perusahaan asuransi yang dinilai paling pas untuk bekerja sama dalam memasarkan produk asuransi mikro melalui program Laku Pandai.

Yang jelas, katanya, perusahaan asuransi yang akan digandeng harus terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta merupakan perusahaan asuransi lokal.

“Kami lagi cari yang pas. Yang kami cari yaitu perusahaan asuransi kesehatan, misalnya kalau masyarakat terkena demam berdarah. Juga asuransi kerugian, misalnya ada yang mengalami kebakaran,” ucapnya.

Nantinya, produk asuransi mikro ini didesain untuk masyarakat unbankable untuk level non reguler. Perseroan berharap ke depannya masyarakat unbankable ini dapat menjadi nasabah reguler Bank Bukopin.

Perseroan juga akan membangun 400 meeting point yang akan melayani pensiunan dan usaha mikro.

“Kami juga baru dapat izin untuk menerbitkan e-money dan mobile banking untuk Laku Pandai tahun ini. E-money kami nanti juga bisa digunakan untuk transportasi umum seperti TransJakarta. Kami sudah dapat izin dari OJK, sedang dalam tahap ujicoba saat ini,” ucapnya.

Adapun untuk keseluruhan ekspansi jaringan dan sistem IT, Bank Bukopin menyiapkan dana senilai Rp125 miliar pada tahun ini.

Adhi menyatakan dana tersebut mencukupi untuk membangun core banking untuk branchless banking karena dikembangkan sendiri oleh perseroan. (bisnis.com)